Jumat, 19 April 2013

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)


JAWABAN UJIAN TENGAH SEMESTER
MATA KULIAH  EKOLOGI HEWAN



Mata Kuliah
Ekologi Hewan

Dosen Pembina
Husamah, S.Pd
Program Studi
Pendidikan Biologi
Nama Mahasiswa NIM / Kelas
Ahmad Najmul Abidin
201110070311036 / IV A









PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
APRIL 2013







SOAL TAKE HOME


1.    Konsep waktu-suhu yang berlaku pada hewan  poikilotermik sangat berguna aplikasinya dalam pengendalian hama pertanian, khususnya dari golongan serangga. Jelaskan arti konsep waktu secara singkat, dan berikan contoh ulasannya terkait dengan kasus ulat bulu yang menyerbu tanaman mangga di Probolinggo Tahun 2010.

Jawaban
Menurut saya konsep waktu suhu itu keduanya sangat berhubungan sekali. Suhu merupakan sebuah indikator yang berpengaruh penting dalam faktor abiotik dan biotik yang dapat dipengaruhi juga dengan penyinaran sinar matahari. Suhu tubuh merupakan keseimbangan antara perolehan panas dari dalam (metabolisme) atau luar dengan kehilangan panas. Untuk menghadapi cuaca yang sangat buruk (terlalu dingin atau terlalu panas) hewan perlu menghemat energi dengan cara hibernasi atau estivasi. Jika dikaitkan dengan organisme terutama pada hewan Poikiloterm suhu tubuhnya dipengaruhi oleh lingkungan. Suhu tubuh bagian dalam lebih tinggi dibandingkan dengan suhu tubuh luar. Hewan seperti ini juga disebut hewan berdarah dingin. Jadi Suhu yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan rusaknya enzim dan protein lain, dapat menguapkan cairan tubuh, dapat merusak vitamin, dapat merusak sel, jaringan dan organ, dapat merusak permeabilitas membran, dan merusak hormon. Sebaliknya, suhu yang terlalu rendah dapat membekukan protoplasma, dapat menghambat kerja enzim, menghambat kerja hormon, dan menghambat metabolisme. Maka dari itu saya dapat mengambil satu contoh hewan poikiloterm yakni belalang. Suhu ambang terjadi perkembangan sejenis belalang adalah 160C lama waktu yang diperlukan untuk perkembangan telur hingga menetas 17,5 hari, maka jika pada suhu 300C maka lama waktu untuk menetas hanya 5 hari.
Pada kasus ulat bulu didaerah probolinggo yang menyerang tanaman mangga, suhu yang berada daerah tersebut memungkin kan hewan tersebut mampu hidup dan beradaptasi. Karena suhu ambang pada hewan ulat bulu itu sama dengan belalang, maka dari itu ulat bulu tersebut mampu hidup dan menyerang tanaman tersebut. Tetapi pada dasarnya para petani sulit untuk melenyapkan ulat bulu tersebut meskipun sudah dilakukan tindakan, seperti menyemprot hama dengan menggunakan peptisida. Karena jumlah populasi hewan tersebut sangat banyak maka sulit sekali untuk di berantas hama tersebut. Hal ini juga dapat disebabkan hilangnya predator seperti burung, kelelawar dan sebagainya yang biasanya dapat membantu para petani untuk memberantas ulat bulu tersebut. Jadi jika waktu dan suhu itu berada pada suhu ambang, maka bisa terjadi populasi ulat bulu tersebut meledak, karena ulat bulu mampu memperbanyak keturunannya pada suhu yang memungkinkan.

Literatur pendukung ini untuk memperkuat jawaban saya.
Aplikasi konsep waktu-suhu lebih pada pengendalian hama secara mekanis dan fisik. Kehadiran dari hama dilahan pertanian seperti kelembaban dan suhu juga ikut mempengaruhi hadirnya suatu hama diareal pertanian tersebut. Seperti yang telah diketahui bahwa setiap hama yang termasuk dalam hewan poikiloterm memiliki laju perkembangan yang sejalan dengan suhu lingkungan, apabila suhu lingkungan sesuai dengan suhu tubuhnya untuk berkembangbiak maka hama dari hewan poikiloterm akan terus melakukan perkembangabiakan. Contoh aplikasi konsep waktu-suhu dalam penegndalian hama pada serangga adalah salah satu hewan poikiloterm. Dapat diketahui serangga yang memiliki suhu untuk hidup 160C yaitu Myzus persicae Sulz akan diperlukan dengan teknik pengendalian hama secara mekanis dan fisik, dimana akan diubah lingkungannya dengan suhu diatas ambang hewan tersebut. Populasi pertumbuhan Myzus persicae Sulz dalam waktu 15 hari tampak meningkat dengan cepat pada kisaran suhu 15,40C – 33,70C, pertumbuhan populasi menjadi tertekan lebih rendah. Selanjutnya jika berada pada batas luar ambang yakni kisaran suhu tinggi 14,30C – 31,70C dengan rata-rata 300C pertumbuhan dengan populasi menjadi sangat tertekan (Suniarhti, 2005).

Suniarhti, Nenet, dkk. 2005. (online) http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads ilmu_hama_tumbuhan.pdf. Diakses 18 April 2013

2.     Jelaskan pemanfaatan konsep kelimpahan, intensitas dan prevalensi, disperse, fekunditas, dan kelulushidupan dalam kaitannya dengan penetapan hewan langka!

Jawaban
Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan salah satu satwa langka kebanggaan yang hanya hidup di Pulau Sumatera. Jenis satwa yang menempati puncak piramida dalam ekosistem hutan Sumatera ini keberadaannya telah dilindungi oleh pemerintah Indonesia dan dikatagorikan oleh IUCN (lembaga konservasi internasional) sebagai satwa yang mendekati kepunahan. Sementara itu CITES (konvensi tentang perdagangan satwa dan tumbuhan terancam punah) telah melarang perdagangan dan perburuan satwa ini (Anonymous, 2013).

Anonymous, 2013.(online) http://www.dephut.go.id/files/tiger_ap_07_0.pdf. Diakses 18 April 2013
Saat ini populasi atau kelimpahan harimau sumatera di alam diperkirakan hanya tinggal sekitar 300 individu yang tersebar di beberapa kawasan hutan yang terfragmentasi karena berbagai sebab terutama penebangan dan konversi hutan. Selain itu Populasi Harimau Sumatera di alam kian menurun diakibatkan kondisi habitat yang terus terganggu. Hutan primer dan sekunder merupakan habitat harimau, keberadaan kedua jenis hutan tersebut sulit ditemukan saat ini. Data terakhir jumlah populasi Harimau Sumatera di alam berkisar antara 400 sampai dengan 500 ekor saja yang habitatnya mulai dari Aceh sampai dengan Lampung. Oleh sebab itu hewan ini termasuk hewan langka yang ada di Indonesia khususnya di pulau sumatera.
Salah satu pendekatan konservasi dalam penanganan harimau supaya tidak punah adalah membangun areal rehabilitasi harimau sumatera di habitat alam yang dikelola secara insentif sehingga satwa tersebut dapat berkembang biak secara semi alamiah. Sistem pengelolaan ini disebut dengan “Sumatran Tiger Centre” atau Pusat Perlindungan Harimau penyebab konflik. Tiger Centre ini bermanfaat sebagai koridor buatan yang menghubungkan populasi-populasi yang terfragmentasi sehingga terjadi komunikasi diantara populasi, juga sebagai tempat untuk merehabilitasi harimau penyebab konflik dengan manusia.
Dispersi (Dispersion) merupakan pola penjarakan antar individu dalam perbatasan populasi. Pola dispersi meliputi menggerombol yaitu individu-individu hidup mengelompok dalam topok, seragam atau uniform berjarak sama diakibatkan dari interaksi langsung antara individu-individu dalam populasi, acak (random) yaitu penjarakan yang tidak bisa diprediksi, posisi setiap individu tidak bergantung pada individu lain.
Kelimpahan populasi suatu spesies mengandung dua aspek yang berbeda, yaitu aspek intensitas dan aspek prevalensi. Intensitas menunjukkan aspek tinggi rendahnya kerapatan populasi dalam area yang dihuni spesies. Prevalensi menunjukkan jumlah dan ukuran area-area yang ditempati spesies dalam konteks daerah yang lebih luas (masalah sebaran).
Suatu spesies hewan yang prevalensinya tinggi (prevalen) dapat lebih sering dijumpai. Spesies yang prevalensinya rendah, yang daerah penyebarannya terbatas (terlokalisasi) hanya ditemui di tempat tertentu.
Spesies hewan dapat dimasukkan dalam salah satu dari empat kategori berikut:
prevalensi tinggi (prevalen) dan intensitasnya tinggi
prevalensi tinggi (prevalen) tetapi intensitasnya rendah
prevalensi rendah (terlokalisasi) tetapi intensitasnya tinggi
prevalensi rendah (terlokalisasi) dan intensitasnya rendah.
Harimau sumatera bersifat endemik dan merupakan spesies langka yang terancam kepunahan. Jadi bisa dikatakan hewan ini prevalensinya tinggi. Kategorisasi status spesies dengan memperhitungkan dua aspek tersebut sangat penting terutama dalam menentukan urutan prioritas perhatian dan untuk melakukan upaya-upaya kelestarian spesies hewan langka yang terancam punah.
Spesies yang terlokalisasi dan intensitasnya rendah dikategorikan sebagai spesies langka, pernyataan ini masuk dalam kategori pada harimau sumatera Adakalanya spesies yang intensitasnya tinggi namun prevalensinya rendah pun dimasukkan dalam kategori tersebut.
Faktor-faktor yang menjadi penyebab langkanya suatu spesies sangat banyak. Namun, faktor-faktor tersebut mengkin saja tidak sama antara spesies di suatu tempat tertentu dengan spesies di tempat lain. Kelangkaan suatu spesies dapat diakibatkan oleh satu atau beberapa penyebab berikut: Area yang dihuni spesies menjadi sempit atau jarang. Suatu habitat yang kondisi lingkungannya khas biasanya dihuni oleh spesies yang telah teradaptasi secara khusus untuk lingkungan tersebut. Berubahnya kondisi lingkungan dapat mengakibatkan kepunahan lokal dari spesies tersebut.

Anonymous, 2011. (online) http://nenkiuedubio.blogspot.com/2011/05/populasi-hewan.html. Diakses 18 April 2013

Fekunditas secara umum berarti kemampuan untuk bereproduksi. Dalam biologi, fekunditas adalah laju reproduksi aktual suatu organisme atau populasi yang diukur berdasarkan jumlah gamet, biji, ataupun propagula aseksual. Dalam bidang demografi, fekunditas adalah kapasitas reproduksi potensial suatu individu ataupun populasi. Fekunditas berada di bawah kontrol genetik maupun lingkungan dan merupakan ukuran utama kebugaran biologi suatu spesies.

Anonymous, 2012. (online) http://id.wikipedia.org/wiki/Fekunditas. diakses 18 April 2013
Mamalia biasanya memiliki musim kawin atau waktu tertentu untuk bereproduksi. Musim kawin dapat dipengaruhi oleh lingkungan, makanan, curah hujan dan suhu (Bronson, 1998). Musim kawin dapat berpengaruh terhadap fekunditas dan litter size pada seekor hewan. Fekunditas adalah kemungkinan kelahiran hidup dalam satu siklus, sedangkan litter size adalah jumlah anakan yang lahir dalam sekali kelahiran. Melihat pentingnya mengetahui musim kawin terutama bagi penangkaran, maka dilakukan kajian untuk mengetahui musim kawin harimau Sumatera yang ada di Lembaga Konservasi Indonesia.
Kelulus hidupan pada harimau sumatera sangat bisa terjadi, asalkan pelestarian pada spesies ini sangat diperluas. Konservasi pada hewan ini sangat mendukung untuk kelangsungan hidup pada hewan langka, karena dengan melakukan perluasan habitat harimau sumatera yang berada diluar kawasan konservasi kelulus hidupan spesies ini akan semakin banyak dan laus. Selian itu kita juga perlu memonitoring hewan ini dalam jangka yang panjang.

3.  Jelaskan aplikasi konsep interaksi populasi, khususnya parasitisme dan parasitoidisme, dalam pengendalian biologis. Berikan contohnya!

Jawaban
Interaksi populasi secara parasitisme merupakan interaksi pada organisme atau individu yang merugikan, sebab interaksi ini terjadi contoh pada hewan cacing parasit. Cacing parasit pada umumnya mendapatkan keuntungan dari hospesnya sedangkan hospes tersbut merasa dirugikan. Taenia saginata merupakan cacing yang berada pada usus sapi bahkan manusia. Sebab pada akhirnya cacing ini mampu menyambung hidupnya dengan inang perantaranya seperti bekicot, tumbuhan air. sudah jelas bahwa disini terjadi interaksi pada cacing tersebut untuk berlangsung hidupnya dengan merusak bagian tubuh hospes perantaranya. Tetapi keseimbangan antara hospes dan parasit akan terganggu jika hospes tersebut menghasilkan antibody atau bahan lain yang dapat mengganggu pertumbuhan parasit terganggu jika hospes tersebut menghasilkan antibody atau bahan lain yang dapat mengganggu pertumbuhan parasit Jadi intinya interaksi yang sangat merugikan karena populasi pada cacing ini lama kelamaan akan banyak sesuai dengan daur hidupnya. Pengendalian dengan cara perwatan dan memberikan sistem imun terhadap sapi yang terkena cacing parasit tersebut. Supaya tetap terjaga kesehatanya dan tidak mudah terinfeksi walaupun didalamnya terdapat spesies cacing tersebut.
Tidak jauh dengan interaksi parasitisme, interaksi pupulasi secara parasitoidisme merupakan sekelompok insect yang dikelompokkan dengan dasar perilaku bertelur betina dewasa dan pola perkembangan larva selanjutnya. Pada awalnya hanya sedikit kerusakan yang tampak ditimbulkan terhadap inangnya, tetapi akhirnya hampir dapat mengkonsumsi seluruh inangnya dan dengan demikian makan dapat membunuh inang tersebut sebelum atau sesudah stadium kepompong (pupa). Jadi pada dasarnya interaksi ini tidak hanya mematikan inangya tetapi ada keterkaitan kedekatan antara individu tersebut dengan inangnya. Tetapi hal yang lain juga bisa terjadi karena jika pada akhirnya populasi itu meningkat maka kerugian bisa terjadi.


4.     Nilai sikap dan karakter apa yang harus ditumbuhkan pada siswa ketika belajar konsep-konsep dalam ekologi hewan? Berikan contoh riilnya!

Jawaban
Nilai sikap itu sendiri merupakan sesuatu yang memungkinkan individu atau kelompok sosial membuat keputusan mengenai apa yang dibutuhkan atau sebagai suatu yang ingin dicapai. Secara dinamis, nilai dipelajari dari produk sosial dan secara perlahan diinternalisasikan oleh individu serta diterima sebagai milik bersama dengan kelompoknya.
Jadi nilai sikap dan karakter yang harus ditumbuhkan adalah mengaplikasikan konsep ekologi hewan dalam suatu kehidupan dengan cara mempelajari bagaimana suatu masalah tersebut dapat diselesaikan dengan konsep atau cara dalam sudut pandang ekologi, selain itu rasa ingin tahu dan kerja keras sangat berpengaruh dalam memecahkan suatu masalah. Sebagai contoh yakni kita dapat mengaplikasikannya melalui metode pembelajaran praktikum. Metode pembelajaran ini membuat siswa akan lebih aktif dalam belajar yang berkaitan dengan konsep ekologi hewan.
Dalam arti lain pembelajaran ini sangat identik dengan kontruktivisme. Dengan adanya suatu masalah atau kasus yang tidak bisa dipecahkan dalam belajar ekologi hewan, disini siswa diharapkan berfikir lebih kreatif dalam mencermati sebuah persoalan tersebut. Ketika sudah paham dengan masalah itu maka siswa ini mampu mengetahui cara untuk menyelesaikannya.
Selain itu kita dapat mengetahui populasi serangga yang berada di kampus kita sendiri yaitu di Arboretum. Metode yang dipakai adalah fall trap, dengan metode ini siswa akan banyak tahu tentang keanekaragaman jenis serangga dan jumlah populasi yang ada. Dengan adanya pengalaman yang kita dapatkan maka sangat pentinglah diterapkan sesuai dengan materi yang kita ajarkan dengan siswa sesuai dengan tujuannya juga.

5.    Uraikan satu contoh pemanfaatan indikator hewan untuk monitoring kondisi lingkungan secara mendetail, mulai dari jenis, prinsip dan praktik pemanfaatannya!

Jawaban
Jenis monitoringnya yaitu mengindikasikan adanya polutan di lingkungan baik kuantitas maupun kualitasnya. Jenis Monitoring bersifat sensitif dan rentan terhadap berbagai polutan, sehingga sangat cocok untuk menunjukan kondisi yang akut dan kronis.
Ciri dari Harimau Sumatra jantan memiliki panjang rata-rata 92 inci dari kepala hingga ke ekor dengan berat 300 pound. Betinanya rata-rata memiliki panjang 78 inci dan berat 200 pound. Belang harimau sumatra lebih tipis daripada subspesies harimau lain. Subspesies ini juga punya lebih banyak janggut serta surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau jantan. Ukurannya yang kecil memudahkannya menjelajahi rimba. Terdapat selaput di sela-sela jarinya yang menjadikan mereka mampu berenang cepat. Harimau ini diketahui menyudutkan mangsanya ke air, terutama bila binatang buruan tersebut lambat berenang. Bulunya berubah warna menjadi hijau gelap ketika melahirkan.
Jenis hewan harimau sumatera ini adalah hewan yang tergolong dalam filum kordata (mempunyai saraf tulang belakang), sub-filum vertebrata (bertulang belakang), kelas mamalia (berdarah panas, berbulu dengan kelenjar susu), pemakan daging (karnivora), keluarga felidae (kucing), genus panthera, dan tergolong dalam spesies tigris. Harimau Sumatera, seperti halnya dengan jenis-jenis harimau lainnya, adalah jenis satwa yang mudah beradaptasi dengan kondisi lingkungan tempat tinggalnya di alam bebas.
Prinsip dan praktek pemanfaatannya yaitu mengaju pada pemberian nama serta takson pada hewan tersebut kemudian mengenal jenis spesies yang lainnya yang termasuk family hewan tersebut. Jadi dengan mengetahui mulai dari cirri, jenis, bahkan prinsip dan praktiknya, maka pemafaatan indikator monitoring dalam lingkungan sangatlah mudah, kita dapat memonitoring populasi harimau dan habitatnya Jangka panjang dengan program konservasi harimau sumatera melaksanakan pemotretan dengan menggunakan Camera Infra merah. Camera Inframerah dipasang ditempat-tempat lintasan harimau yang beroperasi selama 24 jam dalam jangka waktu tertentu. Secara otomatis camera akan memotret dan mencatat waktu setiap individu yang melewati lensa camera. Dengan demikian camera tidak saja akan memotret satwa harimau tetapi juga dan satwa mangsa harimau. Dengan menggunakan camera inframerah dalam jumlah yang cukup dan waktu yang lama, akan diperoleh data populasi dan penyebaran harimau sumatera dengan akurasi yang tinggi.

6.       Apakah manfaat pengetahuan tentang relung bagi aktivitas konservasi? Berikan salah satu contoh hewan langka, lakukan kajian tentang relungnya. (dalam satu kelas, hewan yang dikaji tidak boleh sama)!

Jawaban
Habitat, yaitu tempat dimana suatu makhluk hidup biasa diketemukan. Semua makhluk hidup mempunyai tempat hidup yang biasa disebut habitat. Untuk menemukan suatu organisme tertentu, perlu diketahui dulu tempat hidupnya (habitat), sehingga ke habitat itulah pergi mencari atau berjumpa dengan organisme tersebut. Semua organisme atau makhluk hidup mempunyai habitat atau tempat hidup. Contohnya pada harimau sumatera.
Harimau Sumatera hanya ditemukan di pulau Sumatera. Kucing besar ini mampu hidup di manapun, dari hutan dataran rendah sampai hutan pegunungan, dan tinggal di banyak tempat yang tak terlindungi. Hanya sekitar 400 ekor tinggal di cagar alam dan taman nasional, dan sisanya tersebar di daerah-daerah lain yang ditebang untuk pertanian, juga terdapat lebih kurang 250 ekor lagi yang dipelihara di kebun binatang di seluruh dunia. Harimau Sumatera mengalami ancaman kehilangan habitat karena daerah sebarannya seperti blok-blok hutan dataran rendah, lahan gambut dan hutan hujan pegunungan terancam pembukaan hutan untuk lahan pertanian dan perkebunan komersial, juga perambahan oleh aktivitas pembalakan dan pembangunan jalan. Karena habitat yang semakin sempit dan berkurang, maka harimau terpaksa memasuki wilayah yang lebih dekat dengan manusia, dan seringkali mereka dibunuh dan ditangkap karena tersesat memasuki daerah pedesaan atau akibat perjumpaan yang tanpa sengaja dengan manusia.

Aktivitas konservasinya hingga sekarang diperkirakan hanya tersisa 400-500 ekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang masih bertahan di alam bebas. Selain itu terdapat sedikitnya 250 ekor Harimau Sumatera yang dipelihara di berbagai kebun binatang di seluruh penjuru dunia. Pengrusakan habitat adalah ancaman terbesar terhadap populasi harimau sumatera saat ini.
Pembalakan hutan tetap berlangsung bahkan di taman nasional yang seharusnya dilindungi. Tercatat 66 ekor harimau terbunuh antara tahun 1998 hingga 2000. Dalam upaya penyelamatan harimau Sumatera dari kepunahan, Taman Safari Indonesia ditunjuk oleh 20 kebun binatang di dunia sebagai Pusat Penangkaran Harimau Sumatera, studbook keeper dan tempat penyimpanan sperma (Genome Rescue Bank) untuk harimau Sumatera.
Upaya konservasi yang dilaksanakan oleh Program Konservasi Harimau sumatera di antaranya adalah:
  1. Melakukan studi bioekologi harimau sumatera.
  2. Melakukan perluasan habitat harimau sumatera yang berada diluar kawasan konservasi sebagai kawasan yang dilindungi untuk konservasi harimau sumatera.
  3. Meningkatkan kegiatan perlindungan harimau sumatera dan habitatnya.
  4. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan konservasi alam dan meningkatkan kwalitas penegakan hukum dibidang ”Wildlife Crime”
  5. Meningkatkan kwalitas penanganan konflik antara harimau dengan masyarakat yang dapat menjamin kelesatrian harimau sumatera.
  6. Monitoring populasi harimau sumatera dihabitat alaminya dalam jangka panjang.
  7. Meningkatan kwalitas sumber daya manusia dan kerjasama pengelolaan antara seluruh institusi yang berkepentingan terhadap kelestarian harimau sumatera.
  8. Mengembangan Strategi Konservasi Harimau Sumatera di Masa Depan



Sabtu, 23 Februari 2013

DIET THERAPY PADA JANTUNG


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Penyakit jantung merupakan penyebab kematian no 1 didunia. Organisasi kesehatan dunia atau WHO dan federasi jantung sedunia (World Heart Federation) memperediksi bahwa penyakit jantung akan menjadi penyebab utama kematian dinegara-negara asia pada tahun 2010. Dinegara berkembang dari tahun 1990 sampai 2020 angka kematian akibat penyakit jantung koroner meningkat 137 % pada laki-laki dan 120% pada wanita, sedangkan di Negara maju peningkatannya lebih rendah yaitu 48 % pada laki-laki dan 29 % pada wanita. Di tahun 2020 diperkirakan penyakit jantung menjadi penyebabkan kematian  25 orang setia tahunnya. Di Indonesia sendiri angka kematian akibat jantung koroner mencapai 26%. Berdasarkan hasil survei kesehan rumah tangga nasional (SKRTN), dalam 10 tahun terakhir angka tersebut cenderung megalami peningkatan. Tahun 2008 angka kematian akibat penyakit jantung mencapai  53,5 per 100.000 penduduk  Negara Indonesia.
Dari tingginya angka kematian akibat penyakit jantung maka di perlukan suatu  penanganan  khusus misalnya saja seperti diet terapi pada jantung.
Penyakit jantung banyak kaitannya dengan pangan yang kita konsumsi. Faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah, tingginya kadar kolesterol dalam darah, khususnya LDL (low density lipoprotein) jenis kolesterol jahat, karena menjadi penyebab terjadinya penyempitan pembuluh darah, dan HDL (high density lipoprotein) yang disebut kolesterol yang baik, karena besarnya peranan dalam meningkatkan daya kekebalan (imunitas) tubuh.
Dari masalah-masalah mengenai penyakit jantung yang telah di sebutkan di atas, maka dalam makalah ini akan di jelaskan mengenai cara-cara diet therapy pada penyakit jantung.
1.2 Rumusan Masalah
a.       Apa yang dimaksud penyakit jantung ?
b.      Gangguan-gangguan yang terdapat pada organ jantung ?
c.       Faktor-faktor apa yang menyebabkan penyakit jantung ?
d.      Bagaimana cara mengetahui tanda-tanda orang yang menderita penyakit jantung ?
e.       Bagaimana cara pencegahan terhadap penyakit jantung?
f.       Bagaimana peran diet therapy dalam penyembuhan penyakit jantung ?
g.      Bagaimana cara diet therapy pada penyakit jantung ?

1.3 Tujuan
a.       Untuk mengetahui definisi dari penyakit jantung.
b.      Untuk mengetahui gangguan-gangguan pada jantung.
c.       Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab adanya penyakit jantung.
d.      Untuk mengetahui tanda-tanda orang yang mendeita penyakit jantung.
e.       Untuk mengetahui cara pencegahan terhadap penyakit jantung.
f.       Untuk mengetahui peran diet therapy dalam penyembuhan penyakit jantung.
g.    Untuk mengetahui cara diet therapy pada penyakit jantung.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penyakit Jantung
Jantung merupakan salah satu organ vital yang berperan dalam sistem peredaran darah. Ukuran jantung manusia kurang lebih sebesar kepalan tangan seorang laki-laki dewasa. Penyakit jantung sendiri merupakan penyakit yang mengganggu sistem pembuluh darah atau lebih tepatnya menyerang jantung dan urat-urat darah, beberapa contoh pentakit jantung seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, tekanan darah tinggi, stroke, sakit di dada (biasa disebut "angina") dan penyakit jantung rematik.
Penyakit Jantung Koroner adalah penyempitan atau penyumbatan (arteriosclerosis) pembuluh arteri koroner yang disebabkan oleh penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol, trigliserida) yang makin lama makin banyak dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi.
2.2 Gangguan- Gangguan yang Terdapat Pada Organ Jantung 
                       
            Terdapat berbagai macam gangguan-gangguan pada organ jantung, di antaranya adalah sebagai berikut:
a.       Abnormal Heart Rhythms
Normalnya jantung berdetak 60 sampai 100 kali tiap menit (atau sekiar 100 ribu kali setiap harinya). Jantung yang bedetak tidak normal biasanya disebut arryhytmia (sering juga disebut dysrhythmia). Jantung yang berdetak terlalu lambat (dibawah 60 kali per menit) disebut bradyarrhythmias. Sedangkan yang berdetak di atas 100 permenit disebut tachyarrhytmias.
b.    Heart Failure atau gagal jantung
Merupakan yang paling menakutkan. Bukan berarti jantung tidak dapat bekerja sama sekali, hanya saja jantung tidak berdetak sebagaimana mestinya.
c.     Heart Valve Disease yaitu rusaknya katup jantung.
Katup jantung terdapat pada setiap bilik jantung (jantung kita memiliki 4 buah bilik) yang berfungsi mengatur aliran darah searah menuju jantung.
d.    Congenitas Heart Disease atau biasa disebut kelainan pada jantung.
Menyerang 8 sampai 10 anak dari tiap 1000 kelahiran. Gejala awal biasanya terldeteksi saat kelahiran atau pada masa kanak-kanak.
e.    Cardiomyopathies menyerang pada otot jantung itu sendiri.
Oran-orang yang terserang penyakit ini biasanya mengalamai pembesaran, pengecilan jantung secara tidak normal dan atau bahkan menjadi kaku. Menyebabkan jantung memompa secara tidak normal (menjadi lebih lemah). Tanpa penanganan yang baik cardiomyopathies akan menyebabakan penyakit yang lebih buruk seperti gagal jantung atau menyebabkan jantung berdetak tidak normal.
f.   Pericarditis adalah radang yang mengelilingi lapisan jantung. Jarang terjadi, biasanya disebabkan oleh infeksi.

2.3 Faktor-Faktor Resiko Penyakit Jantung
            Banyak faktor yang dapat menyebabkan penyakit jantung, diantaranya adalah:
a. Faktor kolestrol LDL (low density lipoprotein)
 Penderita kadar kolesterol tinggi khususnya LDL (low density lipoprotein) adalah sasaran utama untuk menderita penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner. Fakta menunjukan 80% pasien penyakit jantung meninggal mendadak karena penyakit jantung koroner, dan bahkan 50% di antaranya tanpa gejala sebelumnya. Penyakit ini disebabkan oleh kadar kolesterol LDL berlebihan yang membentuk plak aterosklerosis pada pembuluh darah koroner jantung dan mengakibatkan otot jantung tidak menerima aliran darah. Kolesterol LDL merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner.
b.      Merokok
Lebih dari 57% setiap rumah tangga masyarakat kita mempunyai sedikitnya seorang perokok dalam rumahnya, dan 91,8% perokok kita itu merokok di rumah. Karenanya diperkirakan terdapat sekitar 43 juta anak-anak dan ibu rumah tangga yang terkena paparan asap rokok secara terbuka sebagai perokok pasip yang bahayanya lebih besar diderita oleh mereka yang bukan perokok.
c.       HDL (high density lipoprotein) rendah (< 40 mg/dl)
d.      Usia Pria > 45 tahun, dan wanita > 65 tahun
e.       Adanya riwayat keluarga langsung atau sedarah yang menderita penyakit jantung:
      Jika Pria :          < 55 tahun
Jika Wanita :     < 65 tahun
f.       Hipertensi
            Hipertensi adalah desakan darah yang berlebihan dan hampir konstan pada arteri. Hipertensi merupakan faktor resiko primer untuk timbulnya penyakit jantung. Hipertensi disebut sebagai the silent killer karena tidak ditemukan tanda-tanda fisik dari tekanan darah tinggi.         Hipertensi atau penyakit darah tinggi merupakan penyebab terbesar dari penyakit jantung. ''Bahkan, 75% penderita hipertensi akan berujung pada penyakit jantung dan baru tersadari pada lanjut usia, ketika jantung telah 'lelah' bekerja untuk memompa darah dengan tekanan yang berat.
           
2.4 Tanda-Tanda Penyakit Jantung
Gejala-gejala penyakit jantung dapat dideteksi dengan satu atau gabungan tanda-tanda berikut :
1.      Sakit di dada seperti ditusuk. Sakit ini seringkali hanya dirasakan sesaat, pada beberapa orang dirasakan agak lama. Sakit ini oleh banyak orang sering disebut angin duduk.
2.      Sakit di dada biasanya disertai dengan sesak napas.
3.      Mudah letih.
4.      Telapak tangan berkeringat
Untuk melakukan deteksi lebih akurat penyakit jantung melalui test treatmill.
2.5   Cara Pencegahan Terhadap Penyakit Jantung.
            Penyakit jantung dan stroke dapat dicegah dengan merubah gaya hidup. Berikut ini beberapa tips untuk mencegah datangnya dan penyakit jantung, yaitu:
  1. Berhenti merokok sedini mungkin. Nikotin, karbon monoksida (CO) dan zat lainnya yang terkandung dalam rokok berpotensi menimbulkan kerusakan dinding pembuluh darah. Hal ini akan mempermudah kolesterol untuk melekat pada di dinding pembuluh darah yang mengalami kerusakan sehinga membentuk plak. Risiko terkena serangan jantung akan meningkat 50% jika menghisap 4 batang setiap hari.
  2. Berolahraga secara teratur. Ketika melakukan aktivitas fisik, jantung akan berdenyut lebih cepat untuk meningkatkan jumlah darah yang kaya akan oksigen ke seluruh tubuh sehingga meningkatkan kadar HDL/kolesterol baik dan menurunkan LDL/kolesterol jahat. Selain itu berolahraga juga membantu mengurangi berat badan.
  3. Memperbaiki kualitas makanan dan cara makan dengan mengurangi pemasukkan lemak terutama lemak jenuh (tersaturasi). Disarankan pemasukkan lemak tidak melebihi 30% dari kalori total dan lemak jenuh tidak melebihi dari total 8-10% dari total pemasukkan kalori.
Surat Al-A’raf ayat 31:




Artinya:
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan
4        Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran. Mengkonsumsi porsi makanan kaya akan buah dan sayuran yang mengandung anti oksidan, beta karoten vitamin C dan E, dan elemen selenium (ex: wortel, buah sitrun dan brokoli). Sebab makanan tersebut dapat di percaya sebab terdapat kemungkinan meningkatnya antioksidan bisa memperlambat atau mencegah proses penyumbatan artei dan menjaga agar tidak terjadi penumpukan plake di dinding arteri.

Surat Al-Baqarah ayat 22:


Artinya:
Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
Surat Al-Baqarah ayat 168



Artinya:
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu
5        Minum tiga gelas jus jeruk setiap hari. Hal ini dapat meningkatkan HDL sebesar 21%, dalam waktu empat minggu. Menurut ElZbieta Kurowska, Ph.D dari University of Westrn Ontario, kandungan flovonoid, bisa disebut hesperidin, dalam jus jeruk yang berpengaruh pada naiknya kadar HDL (Budiyanto, 2002).
6        Hindari stres yang berlebihan. Stres bisa menyebabkan peningkatan kadar hormon epinefrin yang mengakibatkan naiknya tekanan darah dan denyut jantung sehingga mempermudah kerusakan pada dinding pembuluh darah.
7        Hindari pola hidup tidak sehat. Pola hidup yang tidak sehat dapat memicu timbulnya penyakit diabetes, darah tinggi dan kolesterol tinggi serta obesitas, faktor-faktor ini merupakan penyebab terjadinya penyakit jantung.
8        Mengkonsumsi neutriceutical/herba pilihan. Seperti Omega 3, yang terbukti mampu menekan LDL/kolesterol jahat, serta Spirulina yang memiliki kandungan antioksidan dan karotenoid dalam jumlah tinggi. Antioksidan akan mencegah timbulnya plak pada pembuluh darah akibat oksidasi radikal bebas.
9         Hal-hal tersebut tadi oleh Yayasan Jantung Indonesia menjadi perhatian        bidang penyuluhan yang harus terus mengingatkan kepada masyarakat melalui Panca Usaha Jantung Sehat  :
S eimbang gizi
E nyahkan rokok
H indari stress
A wasi tekanan darah
T eratur berolah raga

2.6 Peran Diet Therapy Terhadap Penyakit Jantung.
            Dalam Al-Qur’an surat Yunnus ayat 57 yang berbunyi:
           

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”(Q.S Yuunus 57).
            Dari ayat di atas telah di jelaskan bahwa setiap penyakit pasti ada cara penyembuhannya, salah satunya dengan cara diet therapy.
            Untuk penyakit-penyakit tertentu pengobatan penyakit tidak saja  dilakukan dengan menggunakan obat atau operasi dan yang sebagainya, tetapi juga menggunakan diet. Diet merupakan makanan yang ditentukan dan dikendalikan untuk tujuan tertentu. Setiap diet termasuk makanan, tetapi tidak semua makanan termasuk dalam kategori diet. Disamping itu dalam diet jumlah asupan dan frekuensi makan juga dikendalikan sedemikian sehingga tercapainya tujuan diet tersebut dilingku7ngan  rumah sakit diet tersebut mempunyai tujuan untuk pengobatan (therpy) sehingga sering disebut Diet Thetapy. Peranan diet disini sangat penting untuk menunjang sederatan teknik terapi yang dilakukan.

2.7 Beberapa Cara Diet Therapy Pada Penyakit Jantung.
      Dalam melakukan diet therapy pada penyakit jantung ada beberapa cara yang dapat digunakan, salah satunya dengan cara mengkonsumsi bahan makanan yang dapat dijadikan sebagai diet therapy pada penyakit jantung. Beberapa bahan pangan yang dapat dijadikan diet therapy pada penyakit jantung antara lain:
a.       Ikan Mencegah Penyakit Jantung Koroner
Sebagai sumber protein hewani, ikan memang sempurna. Dengan harga yang relatif murah, ikan kaya akan protein, vitamin, mineral esensial, rendah kolesterol dan kadungan asam lemak omega-3 yang baik untuk perkembangan otak anak. Ikan merupakan bahan makanan yang kaya akan protein, lemak, kalsium, fosfor, besi dan retinol. Nutiri esensial ini sangat penting bagi tubuh, terutama anak dan remaja di masa pertumbuhan. Nilai cerna protein ikan sangat tinggi yaitu lebih dari 90%. Keunggulan lain dari ikan adalah rendahnya kandungan kolesterolnya. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi kesehatan, mengingat lemak jenuh merupakan salah satu pemicu tersumbatnya pembuluh darah penyebab penyakit jantung koroner.
 Dengan rajin mengkonsumsi ikan merupakan salah satu cara diet tepat sebagai penangkal penyakit jantung koroner. Seperti bangsa Eskimo yang makan ikan 300-400 g/hari ditemukan masarakatnya rendah kasus penyakit jantung. Vitamin dan mineral juga banyak terdapat di dalam daging ikan. Golongan vitamin yang banyak terkandung di dalam ikan adalah golongan vitamin yang larut di dalam lemak, seperti vitamin A dan D. Sedangkan mineral yang dominan adalah fosfor, besi, kalsium, selenium dan iodium. Vitamin dan mineral ini bermanfaat baik bagi tubuh, seperti menjaga dan memelihara kesehatan serta mencegah penyakit akibat kekurangan zat gizi mikro.
b.      Tomat dan penyakit Jantung
Tomat merupakan buah yang tak asing lagi bagi masyarakat kita. Dalam kehidupan sehari-hari tomat memegang peranan penting, terutama bagi ibu rumah tangga yang gemar memasak. Pada tomat mengandung vitamin dan mineral sehingga tomat memiliki warna yang merah merekat, rasanya segar, manis dan agak kenasam-masaman. Dalam sebuah tomat terdapat 30 kalori, vitamin C 40 mg, vitamin A 1500 SI, zat besi, kalsium dan lain-lain sehingga tomat juga berguna bagi orang-otang yang ingin langsing. Sebab zat tersebut bergizi tetapi tidak menggemukkan. Keisitimewaan lain buah tomat adalah tinginya kandungan likopen. Selain memberikan warna merah pada buah tomat, likopen terbukti efektif sebagai zat antioksidan.
 Manfaat tomat sebenarnya sudah di teliti sejak lama, seperti penelitian DR. John Cook Bennet dari Wiloughby University, Ohio, yang dilakukan pada November 1834. Hasil penelitiannya menunjukkan tomat dapat mengobati ganguan pencernaan, diare, memulihkan fungsi lever dan serangan empedu. Peneliti lain dari Rowett Research Institute di Aberdeen, Skotlandia, menemukan gel berwarna kuning yang menyelubungi biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah penyebab stroke dan penyakit jantung. Tomat juga mampu memulihkan lemah syahwat dan meningkatkan jumlah sperma serta menambah kegesitan gerakannya.
c.        Rumput Laut (Laminaria japonica) Sebagai Diet Therapy pada Penyakit Jantung.
Rumput laut memang kaya nutrisi esensial, seperti enzim, asam nukleat, asam amino, mineral, trace elements, dan vitamin A, B, C, D, E, dan K. Berkat kandungan gizi yang tinggi itu, jangan heran kalau rumput laut ini bisa meningkatkan sistem kerja hormonal, limfatik, dan saraf. Selain itu, rumput ini juga bisa meningkatkan fungsi pertahanan tubuh, memperbaiki sistem kerja jantung dan peredaran darah, serta sistem pencernaan.
Semua rumput laut kaya kandungan seratnya, dan serat ini dikenal sebagai zat pencegah kanker usus besar. Hal ini karena serat melancarkan pencernaan dengan membentuk zat seperti gelatin dalam usus halus, dan meningkatkan kadar air dalam feses. Mengonsumsi serat dapat membantu metabolisme lemak sehingga menurunkan kadar kolesterol darah, serta dapat menurunkan kadar gula darah. Rumput laut juga membantu pengobatan tukak lambung, radang usus besar, susah buang air besar, dan gangguan pencernaan lainnya. Selain itu serat pada rumput laut dapat menyerap kembali asam empedu kolestrol dan lemak, sehingga serat dalam rumput laut dapt mencegah terjadinya gangguan fungsi jantung.
Oleh karena itu,  rumput laut sangat baik untuk diet therapy pada jantung karena kaya akan kandungan essensial dan kandungan seratnya sebagaimana fungsinya memperbaiki sistem kerja jantung dan peredaran darah.
Selain dari ketiga bahan pangan diatas, masih banyak lagi bahan pangan yang dapat di jadikan sebagai diet theerapy pada jantung, terutama bahan makanan yang mengandung serat, seperti sayuran dan buah-buahan. Apabila mengkonsumsi serat yang tinggi maka pengeluaran asam empedu akan mengeluarkan lebih banyak kolesterol dan lemak yang dikeluarkan bersama feses. Dalam hal ini fungsi serat adalah mencegah adanya penyerapan kembali asam empedu kolesterol dan lemak, sehingga serat dikatakan mempunyai efek hipolidemik yang sangat bermanfaat bagi penderita hiperkolesterolemia yang dapat berkembang menjadi gangguan fungsi jantung. Serat makanan merupakan bagian makanan yang tidak dapat dicerna oleh cairan pencernaan (enzim), sehingga tidak menghasilkan energi atau kalori.
KESIMPULAN

Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa jantung merupakan sebuah rongga, organ berotot yang  berfungsi untuk memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang dan jantung merupakan salah satu organ yang berperan dalam sistem peredaran darah.
 Dari berbagai macam penyakit jantung dan faktor yang mempengaruhinya ada beberapa upaya atau cara untuk mengatasi penyakit jantung, seperti halnya melakukan diet therapy dengan cara memperbanyak  mengkonsumsi makanan yang mempunyai kandungan  serat  tinggi (sayuran dan buah-buahan),  selain itu kita dapat menggunakan rumput laut (Laminaria japonica) sebagai alternatif diet therapy karena rumput laut  kaya akan kandungan essensial dan kandungan serat, sebagaimana  sesuai dengan fungsinya untuk  memperbaiki sistem kerja jantung dan peredaran darah.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2012. 78% Korban Penyakit Jantung Kelas Menengah ke Bawah. http://www.jurnalnet.com. diakses tanggal 20 April 2012
Anonymous. 2008. Jantung. http://id.wikipedia.org. diakses tanggal 20 April 2009
Anggadireja J.  1986.  Manfaat dari Pengolahan Rumput Laut. Jurnal Penelitian BPPT.  Jakarta.
Budiyanto, MAK. 2002. Dasar-Dasar Ilmu Gizi. UMM Press. Malang
Budiyanto, MAK. 2002. Gizi dan Kesehatan. UMM Press. Malang
Hull, Alison. 1993. Penyakit Jantung, Hipertensi, dan Nutrisi. PT Bumi Aksara. Jakarta
Minarno, Eko B. dan Lilik Hariani. 2008. Gizi dan Kesehatan Perspektif Al-Qur’an dan Sains. UIN Press. Malang